Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti beberkan hasil studi yang menyatakan 60% pekerja profesional, bekerja di bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikan mereka. Hal itu disampaikan Menteri Mu'ti di depan para wisudawan Universitas Muhamadiyah Bekasi Karawang (UMBK).
"Penelitian menunjukkan lebih dari 60% para profesional itu bekerja di bidang yang tidak linier dengan latar belakang akademiknya," tuturnya dikutip dari postingan YouTube Kyai Menteri Official, Minggu (4/1/2026).
Dibanding hard skill, Menteri Mu'ti menilai soft skill lebih penting. Soft skill yang disorotinya, seperti semangat juang tinggi dan ketekunan dalam menjalani pekerjaan.
"Karena itu yang terpenting sebenarnya bukan Anda itu lulusan jurusan apa atau program studi apa. Tetapi Anda punya semangat yang setinggi apa dan punya ketekunan yang sekuat apa, itu yang menentukan," paparnya.
Soft Skill Lebih Penting Dibanding Hard Skill
Lebih lanjut, Mu'ti menyatakan soft skill menjadi faktor penting dalam penentuan posisi seseorang di masa depan. Dalam pengembangan soft skill, seseorang yang berilmu akan memiliki mindset (cara berpikir) dan mental yang berbeda.
"Yang menentukan masa depan adalah mindset Anda, mental Anda dan inilah yang sekali lagi menjadi pembeda antara mereka yang berilmu dengan mereka yang tidak berilmu," jelasnya.
Pohon Pendidikan
Sebagai Mendikdasmen, Mu'ti berharap lulusan UMBK menjadi bagian arah baru pendidikan di Indonesia. Baginya, pendidikan bak investasi yang dilakukan dengan menanam pohon.
"Menanam pohon itu adalah proses yang sangat panjang yang hasilnya tidak bisa kita lihat dalam waktu dekat. Hasilnya akan bisa kita nikmati 56 tahun kemudian," ceritanya.
Berangkat dari hal itu, menurutnya ijazah yang didapatkan dari bersekolah/berkuliah tidak bisa langsung dinikmati. Hasil dari bersekolah dan berkuliah bisa dinikmati ketika seseorang memiliki karier yang baik.
"Semuanya berproses dan semuanya akan indah pada waktunya," tegas Mu'ti.
Menteri Mu'ti berpesan agar wisudawan UMBK tak lelah untuk berusaha menjadi lebih baik. Proses ini memang panjang, tapi hasil yang didapatkan pasti akan sepadan.
Ia percaya pendidikan adalah cara terbaik untuk membangun peradaban. Namun, peradaban juga harus dibangun di atas kekuatan iman, ilmu seni, dan moralitas atau akhlak.
"Kalau itu semua bisa kita miliki, Indonesia (akan menjadi) negara yang sangat besar, InsyaAllah akan menjadi semakin hebat dengan peran yang saudara-saudara lakukan, dengan kontribusi yang saudara-saudara buktikan sebagai kader-kader Indonesia yang hebat," tandasnya.

